“Ma, nanti liburan aku ingin jalan-jalan ya?” tanya anak kepada mamanya.

“Sekarang sedang musim hujan,nak. besok lagi saja kalau sudah tidak musim hujan. Lagian liburan ini waktunya pas tanggal tua, jadi Papa Mama belum gajian” jawab Mama sambil memeluk anaknya.

Musim liburan sekolah marupakan waktu kesempatan orang tua dan anaknya untuk berlibur. Namun, kita perlu bijak dalam memanfaatkan liburan sekolah tersebut. Karena pertimbangan cuaca dan keadaan finansial contohnya.

Berlibur tidak harus jauh dan menghabiskan uang banyak. Bisa juga dicari tempat alternatif liburan yang dekat dan hemat. Yang penting bisa memanfaatkan waktu liburan menjadi bermakna.

Misal, mengisi waktu liburan untuk berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terdekat. Anak bisa main sambil belajar di situ. Orang tuanya juga bisa membaca buku-buku yang bertemakan parenting.

Mengisi liburan di TBM ini pilihan yang tepat, karena disitu banyak buku yang merupakan sumber ilmu. Dekatkan dan biasakan anak-anak kita untuk suka dengan budaya membaca buku. Namun, mereka juga butuh tauladan dari orangtuanya juga.

Atau alternatif liburan yang lain. Yaitu membuat karya sendiri di rumah. Misal bikin rak buku bareng-bareng, bikin tempat sepatu, bikin masakan, dan kegiatan lainnya yang jarang dilakukan di hari-hari biasanya.

Kegiatan yang dilakukan bareng-bareng orang tua dan anak ini bisa menambah keakraban antara anak dengan orangtua. Yang selama di hari-hari biasa intensitas bertemunya sedikit. Karena orang tua sibuk bekerja dan anak sibuk sekolah dan les.

Pada akhirnya, orang tualah pemegang kendali utama. Mau berlibur atau tidak, liburan kemana saja itu keputusan orangtua. Namun, sebaiknya jangan bersifat otiriter. Orangtua perlu mendengarkan pendapat anaknya. jika dirasa kurang baik atau tidak sesuai dengan pendapat orang tua, orang tua bisa menyampaikan argumennya yang kemudian bisa diterima oleh anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *