Disaat saudara-saudara kita teraniaya, tertindas dan terusir. membuat semua orang peduli untuk membantunya. tidak mau ketinggalan juga anak-anak Balita dari sekolah KB (Kelompok Bermain) Warna-Warni yang ada di Seturan Sleman Yogyakarta.
Hasil yang terkumpul tidak tergolong banyak, hanya 190 ribu. itupun dari orang tua mereka. Namun, anak-anak itu mendapatkan pelajaran bahwa pentingnya peduli dengan sesama. tidak melihat agama, suku, ras, dan golongnnya.
Peduli tidak bisa muncul secara tiba-tia, kepedulian harus ditanamkan sedini mungkin agar bisa mengakar dan menjadi watak seorang anak.
Dalam mengajarkan kepedulian kepada anak bisa dari hal-hal terkecil yang ia lihat di setiap harinya. Misal, saat orang tua dan anak ketika sedang jalan-jalan melihat tuna wisma di jalan, kemudia orang tua menyuruh anaknya untuk memberikan makanan/uang kepadanya.
Setelah rasa kepedulian tersebut mengakar dalam diri anak, maka dalam hal apapun ia akan mudah peduli terhadap apa yang ia lihat. termasuk disaat kelak orangtuanya sudah tidak lagi bisa bekerja/lansia. Maka anak tersebut mudah dalam peduli kepada orang tuanya dikarenakan pelajaran kepedulian yang orang tua ajarkan kepadanya diwaktu kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *